DKPR · Berkelas, Inovatif, Berdampak Positif
Dewan Kesenian Palangka Raya

Dewan Kesenian Palangka Raya Menggelar Pertunjukan Tari Cerita Rakyat

Pertunjukan tari Kapakat Dayak mengangkat kisah perdamaian Tumbang Anoi dan digelar dalam rangka HUT ke-75 Republik Indonesia.

Dokumentasi pertunjukan tari cerita rakyat Kapakat Dayak
Foto unggulan dari artikel sumber DKPR. · Kredit: Dewan Kesenian Palangka Raya

Pertunjukan tari berjudul Kapakat Dayak menjadi bagian dari pagelaran seni “Indonesia Maju Dayak Berdaya” dalam rangka HUT ke-75 Republik Indonesia. Kegiatan terselenggara melalui kerja sama Dewan Kesenian Palangka Raya dan Dewan Adat Dayak Kalimantan Tengah di Gedung Pertunjukan UPT Taman Budaya Kalimantan Tengah pada 22 Agustus 2020.

Kapakat Dayak menggambarkan peristiwa perdamaian Tumbang Anoi 1894. Karya ini mengangkat kisah penyelesaian perkara adat Sahiring antara kelompok Temanggung Awan dan Nyai Rantai dengan keluarga Damang Batu setelah konflik Kayau.

Kisah tersebut menggambarkan pengembalian kepala adik Damang Batu dan pembayaran denda Sahiring berupa kelengkapan adat, termasuk sapundu dan sangkai, untuk memfasilitasi upacara ritual bagi mereka yang meninggal. Kesepakatan damai disaksikan Damang Batu, keluarganya, serta kontroler Belanda wilayah Kapuas bagian tengah-timur dan Sintang.

Karya ini menyimbolkan bahwa meskipun masyarakat Dayak pernah mengalami konflik, kesepakatan Tumbang Anoi menjadi salah satu tonggak perdamaian dan penetapan hukum adat di Kalimantan. Acara juga menampilkan teater, puisi, vocal group, serta pengumuman dan penyerahan hadiah Lomba Kesenian Dayak 2020.

Sumber: Dewan Kesenian Palangka Raya. Diterbitkan 14 Agustus 2021.

Kembali ke semua berita