Palangka Raya, 22 Mei 2026 — Kontingen Kota Palangka Raya tampil dalam Parade Tari Kreasi Garapan Daerah Kalimantan Tengah pada Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026. Membawakan karya tari Mantejek Kayu Lantang Penyang, tim tampil di GOR Indoor Serbaguna pada Kamis (22/5), mulai pukul 18.00 WIB.
Mengangkat kisah Pahandut
Mantejek Kayu Lantang Penyang, atau pemancangan kayu tabalien (kayu ulin), mengambil latar sejarah Pahandut sebagai cikal bakal Palangka Raya. Sebelum pembangunan kota, para tokoh masyarakat memohon izin kepada alam sebagai bentuk penghormatan terhadap tanah yang akan dibangun. Penancapan tiang utama menjadi simbol awal kehidupan baru, sementara tradisi Potong Pantan menyambut kedatangan Soekarno sebagai tamu kehormatan.
Melalui gerak dan properti kayu ulin, karya ini menggambarkan perencanaan, penyambutan, pemancangan, dan kegembiraan masyarakat. Ragam gerak dikembangkan dari Tasai, Tasai Parang Pari, Bungai Ambun, dan Kinyah.
Sepuluh penari yang membawakan karya ini adalah Muhamad Dody, Kris Satria Enanta Kiting, Rahmat Kumbara Ferwary, Ahmad Setiawan, Akhmad Mahdi Almadani, Devita Anggraini, Andrea Claresta Syalom, Azhura Meycha, Dava Rosalia Nur Arafah, dan Gleddisia Disney Wineyra.
Iringan musik dimainkan langsung oleh Ari Krisnanda, Joseftian Majesty, Yostin Dios, Muhammad Fauzan, Wahyudi Fendry Maranatha Putra T, Husni M. Riadi, Raja Nakalelu S.T., Arly Prasetya, dan Hildayanti.
Ruang hidup kebudayaan
FBIM menjadi ruang bagi kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah untuk menampilkan kekayaan seni budaya daerah. Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin, Kepala Dinas Disparbudpora Hj. Iin Hendrayati Idris, dan Ketua DKPR Tris Sofia Wartina turut mendukung keikutsertaan tim. Karya ini memperlihatkan upaya menghidupkan warisan budaya sekaligus memperkenalkannya kepada generasi muda.
Sumber: Dewan Kesenian Palangka Raya. Diterbitkan 22 Mei 2026.